Pages

topbella

Selasa, 15 November 2011

Kenapa Saya Memilihnya??

Kenapa saya memilihnya?? Pertanyaan itu masih membekas didalam ingatan saya ketika kakak kelas saya di aliyah dulu yang kuliah dijakarta main ke Yogya dan menginap di kos saya. Umm… kenapa yah? . Saya sebenarnya sudah mengetahui jawabannya tapi belum pasti atau jawaban tersebut melegakan hati saya. Sebenarnya saya sedang memilih apa sih??


Dalam curhatan saya ini, saya ingin menjelaskan mengapa saya memilih kuliah Bahasa Arab di Yogyakarta, mengapa tidak kuliah yang lain mungkin sebangsa exsak di UGM. Dari awal saya memang telah jatuh cinta padanya, dan ingin memperdalam mempelajari Bahasa Arab. Sebenarnya saya juga menyukai Bahasa Jepang, kedua bahasa ini yang membuat saya semangat ketika masih duduk di bangku SMA, karena saya mengambil program jurusan Bahasa.

Dan bisa dikatakan alumni dari sekolah saya yang mengambil bahasa Arab adalah saya sendiri, apalagi diluar Kalimantan, kalau kakak kelas lumayan banyak seperti kakak yang bertanya kepada saya sebelumnya. Kalau dipikir-pikir sebelumnya saya telah lulus beasiswa full untuk kuliah di STBA LIA Jakarta jurusan Sastra Jepang bersama teman sekelas saya, dan sayangnya saya juga telah membayar regristasi di Yogyakarta dengan jurusan Bahasa Arab,awalnya saya sempat dilema dengan pilihan saya itu. Dan dari factor ekonomi juga yang ikut serta saya dalam memilih bahasa Arab, karena saya bukan orang yang kaya (yang punya uang Abah saya, saya tidak loh). Walaupun itu beasiswa full  hidup disana kan juga lebih tinggi ekonominya daripada Yogya,dan uang registrasi dan kos yang udah terbayar haruskah kah saya tinggalkan begitu aja?? Gak kan, tega amat diriku sebagai anak menghamburkan uang orang tua.

Kemampuan Bahasa Arab saya juga tidak seberapa, karena tidak mondok di pesantren yang biasa menggunakan Bahasa arab dalam percakapannya, pehaman saya hanya dalam lingkup teori saja, itu pun hanya seberapa. Maka dari itu saat kuliah saya hanya bisa terdiam karena dikelas banyak yang alumni pondok, tentunya lebih mahir dari saya. Dan awalnya saya sempat minder dengan mereka hingga saya les bahasa Arab didekat kampus saya, dari situ guru les saya menyemangati saya sehingga saya bersemangat lagi. Dan di bahasa Jepang saya bisa sedikit bercakap-cakap dengan bahasa tersebut Karena saat di Aliyah dulu ada guru Bahasa jepang asli dari Jepang, namanya Tomuro Sensei.. wah saya jadi kangen beliau karena lama tak bertemu.

Banyak orang yang menyayangkan kenapa saya tidak memilih Sastra jepang yang beasisawa full? Malah memilih di Yogyakarta yang bukan beasiswa. Ya inilah pilihan hati saya yang telah saya buat, dan saya harus menjalaninya walaupun kemampuan saya tidak seberapa,Maka dari itu impian saya untuk belajar di jepang belum luntur.

Saya memilih Bahasa Arab karena saya ingin sekali menjadi seorang guru Bahasa Arab, ditempat saya tinggal minim sekali pengajar yang mengampu Bahasa Arab, mungkin ada, tapi biasanya lulusan pondok dan bukan dari basic pendidikan. Niat itu muncul ketika saya masih duduik di kelas satu Aliyah, rata-rata teman sekelas saya lulusan dari SMP, dan guru Bahasa Arab saya tidak mau tahu dalam mengajarnya, beliau langsung saja menjelaskan dipapan tulis yaitu mengi’rab, coba bayangkan kawan anak yang tidak pernah mengenal Bahasa Arab sedikit pun langsung disuguhi wacana seperti itu. Saya saja yang lulusan Tsanawiyah juga tak paham walhasil nilai kami jelek semua di rapot, bapaknya sungguh terlalu T,T

Dari niat itu, aku belajar keras supaya bisa masuk dijurusan bahasa. Tapi setelah saya berhasil masuk jurusan bahasa, saya dihadapkan dengan Bahasa Jepang yang membuat saya tertarik, saya mencoba untuk seimbang mempelajari kedua bahasa tersebut. Tapi, ketika saya privat Bahasa Inggris guru saya (tapi masih muda loh, jadi saya panggil kakak),kakak cerita sama saya mengapa dia memilih menjadi guru, trus saya Tanya jawabannya “kenapa kak?”. Dia menjelaskan panjang lebar dan saya hanya bisa menangkap intinya yaitu kita bisa berdakwah menjadi guru kelak dan mempunyai basic sebagai seorang guru dalam mengajar. Saya pura-pura mengerti, tapi sekarang paham maksudnya.

Saya mencoba hingga sekarang untuk seimbang mempelajari Bahasa Arab dan Jepang, kebanyakan dari teman saya banyak yang lupa karena kuliah di jurusan yang keluar dari ranah bahasa. Menjadi guru bahasa Arab dan bisa bahasa Jepang tiak salah toh? Karena saya serakah saya ambil semua ehehe… dan sekarang saya lagi gencar-gencarnya giat belajar bahasa Inggris, (loh, emang dulu ga belajar??). dulu sih belajar tapi tidak sefokus dua bahasa tadi, jadinya sampai sekarang hanya tau teori tak bisa berkomunikasi secara aktif, target selanjutnya bahasa Korea, (waduh… banyak amat yah) maklum lagi terjangkit film korea disini, daripada nonton ga nyambung mending mengerti ya walaupun sedikit.

Tapi setelah satu tahun di Jogja kujalani, lancer-lancar saja walaupun pasti ada rintangannya. Saya ambil hikmahnya dari semua ini, karena rencana Alla sangat luar biasa dan sangat indah. Oleh karena itu Mulai dari sekarang saya akan makin semangat dan mengasah potensi yang saya miliki, GANBATTE…^^.bagaimana dengan ceritamu??

6 komentar:

  1. :') 👍
    aku jg ka, paling suka belajar bahasa, lagi suka sama bahasa arab dan korea.. uuuu😍 hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah semangat kalau gitu belajar bahasa arab dan koreanya mita chan ^^... ga rugi belajar banyak bahasa lo :)

      Hapus
  2. Assalamualaikum kak. Sya jga kuliah jurusan bhsa arab. Tpi saat inii saya ingin s2 di jpang.. krna sya jga ska jepang kira2 apa bisa sya kuliah di jpang

    BalasHapus
  3. Ass kk..g mn si taktik supaya kita memahami bahasa arab

    BalasHapus
  4. Kak aku juga kuliah ngambil jurusan b.arab tpi sblmnya aku nggk punya dasar sama sekali kak. Awal msk kuliah itu cm bisa bengong apa lgi pas nahwu sm shorf. Ini apa? Buat apa si ini dihapalan yg kek faala yafalu. Gt kak. Dan skrng aku semester 2. Aku lgi galau bgt bingung hrs gimn. Antar mau lanjut sm ganti prodi. Tpi kalo dr aku sbnrnya aku pengennya ttp bertahan. Tpi aku dr segi kemampuan kyk nggk mampu gt kak. Minta solusinya kalo bisa kak. Afwan kepanjangann hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ka boleh berbagi cerita ga ka?soalnya aku lulusan SMA blm punya basic apapun dalam bahasa arab tapi pgn masuk jurusan sastra arab

      Hapus

Tinggalkan Jejak Anda ^^

About Me