Pages

topbella

Rabu, 17 Agustus 2016

Ulang Tahun yang Menyedihkan

Perayaan ulang tahun, perayaan yang bagaimana yang menjadi versimu?
Ketika membuka sosial media sungguh tak asing lagi ketika melihat foto-foto seorang anak yang harus diikat di tiang oleh teman-temannya dan dilempari telur. Sungguh miris melihat tingkah anak-anak sekarang, ini hanyalah salah satu dari banyaknya perayaan yang telah ada di negara kita yaitu dilempari telur. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar pun saya pernah diperlakukan seperti ini ketika menggendong adik yang masih kecil, lalu teman saya disiram dengan air comberan atau parit. Sungguh disayangkan jika anak-anak harus mengikuti perilaku jahiliyah yang sudah menjadi budaya. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Jika dulu perilaku seperti itu tidak pernah terekspos media sekarang dengan mudahnya kita mengetahui dengan sekali klik. Zaman yang serba canggih ini menjadi perantara anak-anak yang kurang bijak menggunakan internet atau sosial media lainnya. Untuk apa hal seperti itu di videokan lalu di upload di facebook dan dilihat orang banyak? Sebuah kepuasan?
Di jepang sebuah perayaan ulang tahun, orang yang berulang tahun sangat di spesialkan. Dari pihak rumah makan dsb saja meberikan diskon bahkan gratis untuk yang berulang tahun, serta teman-temannya yang akan memberikan hadiah, bahkan makan pun bayar sendiri-sendiri bukan minta traktir atau dibayarin seperti kita disini, tak ada bosan-bosannya memang jika kita melihat Jepang dengan segala adab dan budayanya yang bisa kita bilang bisa membuat motivasi pada diri kita. Bukannya kita tidak mencintai budaya kita sendiri ataupun tidak nasionalis oh sungguh bukan kita hanya perlu mengambil yang baiknya saja. Pernah dengar kan “ Undur ma qoola wa la tandur man qoola” Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan. Sungguh jelas kita contoh yang baik-baiknya tidak hanya Jepang saja negara lain juga boleh atau negara kita sendiri malah lebih bagus.
Perilaku anak-anak tersebut sehingga tega mengikat temannya seperti itu juga termasuk krisis akhlak, moral dsb. Kenapa bisa dikatakan begitu? Sudah mengikat temannya dan melempari dengan telur di videokan pula lalu di sebarkan di dunia maya, bukan kah itu termasuk menyebarkan aib orang lain? Apalagi didukung dengan smartphone. Tentu banyak yang akan berkomentar negatif, dan itu jelas sekali. Kita sebagai pembaca, sebagai orang tua atau orang dewasa yang mempunyai adik atau anak yang seusia mereka mari kita jaga generasi kita ini agar tidak melakukan hal yang sama, disini diperlukan peran orang tua dan guru yang mampu membuat mereka tidak melakukan hal secamacam itu agar tidak diulangi oleh generasi berikutnya, dan perlu pengawasan terhadap mereka yang sudah menginjak remaja, karena dunia remaja adalah dunia ingin tahu, keinginan tahuan mereka sangat besar. Pengawasan terhadap smartphone yang mereka miliki, jika mereka belum bijak dalam menggunakan sebaiknya tidak perlu diberi smartphone. Tidak ada yang salah dalam hal ini, kita sebagai orang dewasa hanya teledor dan kurang membina generasi penerus bangsa ini. Mereka perlu pembinaan bukan cacian maki, mereka perlu kasih sayang yang belum mereka terima bukan amarah atas kelakuan mereka. kita beri arahan agar perilaku tersebut tidak terulang. Kita juga yang melihat stop untuk menshare video atau foto-foto mereka, sama saja membuka aib mereka juga membuka aib kita sendiri. Mari kita jaga anak-anak kita agar berakhlakul karimah. Sepakat?

Salam,

Erikahim3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Jejak Anda ^^

About Me