Pages

topbella

Senin, 31 Oktober 2011

Bahwa Aku Berbeda

Inilah aku yang tak semprna,
Inilah aku yang sangat biasa saja,
Ketika mereka sibuk dengan akademiknya
Sedangkan diriku sibuk di duniaku sendiri
Tapi,
Aku masih ingin maju
Walaupun dengan cara yang berbeda.
Inilah aku yang tak tau keadaan sekitar
Ketika mereka asik dengan forumnya,
Sedangkan aku hanya terpaku dengan imajinasiku
Tapi,
Aku juga ingin bersinar
Walaupun jalan yang kutempuh tak sama dengan mereka.
Inilah aku yang berbeda dengan dengan segala kekuranganku,

by erikahime@Yogyakarta,31 Oktober 2011

Langkah Syaitan Menelanjangi Wanita



Syaitan dalam menggoda manusia memiliki pelbagai strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Syaitan seakan mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah.
Berikut ini adalah cara bertahap:

Aku pun Tak Ingin


Terperanjat hati ini, ketika mereka terus berkata
Mengapa seorang aktivis dakwah tak pernah terlihat dakwahnya,
Mengapa seorang aktivis dakwah selalu membuat alas an dengan mengatas namakan sakit,
Dan kusadari sekali kata-kata tersebut tertuju padaku
Dan sangat kusadari dakwah butuh jasmani seorang mujahid yang kuat.
Tapi,
Apakah mereka menyadari,
Aku disini puntak menginginkan hal itu
Salahkah jika aku sakit?
Salahkah jika memang badan ini lemah?
Ingin sekali rasanya ku berteriak
Mengeluarkan rasa yang membuncah di dalam dada ini
Sungguh ku ingin sekali meninggikan kalimat-Nya
di tanah pertiwi yang sekarang menjadi tempatku berpijak
tapi,
karena keadaan yang membuatku lemah
dan sungguh ku tak menginginkan ini semua
ku coba semaksimal mungkin berdakwah dijalan-Nya
menyebarkan asma-Nya
karena kuhanya manusia biasa
aku pun tak luput dari lemahnya jasmani ini

ketika begitu saja menyayat semangat dakwah yang baru tumbuh,
by erikahime@,Yogyakarta 29 Oktober 2011.

Dawet ayu semanis namanya



Dawet ayu, jika sudah mendengar namanya saja membuat tenggorokan kita sensitive, ingin cepat-cepat meminumnya, apalagi dengan keadaan cuaca yang yang mendukung alias “very hot”, tambah segar saja karena membasahi tenggorokan yang mongering. Kita cerita dulu yah kawan, awalnya mula sepulang dari kampus niatnya aku ingin meminjam manga, atau sebut saja comic jepang. Dengan penuh perjuangan aku mengendarai sii biru (sepeda kesayanganku) untuk menuju kepenyewaan comic, karena tempatnya sangat jauh dari kos, aku mengusahakan untuk pergi kesana sebelum sore menjelang. Rasanya tanpa comic aku gak hidup deh,statement yang extra lebay yah.

Es Sari Kedelai,so what?


Hari ini aku dan kawan-kawan akan mengerjakan tugas kelompok "Nahwu" di selasar mesjid kampus. satu kelompok berjumlahkan lima orang termasuk aku, dan aku yang paling datang awal dan tentu bisa ditebak,I'm alone in there. Walaupun disekitarku juga asik mengerjakan tugas bersama kelompoknya.tak lama kemudian satu persatu teman-temanku datang lalu kami langsung saja memulai mengerjakan tugas, dengan setumpuk kitab nahwu sharaf menemani kami,tulisannya Arab semua (yaiyalah namanya juga kitab hehehe….^^).

Sii biru yang ku sayang…


Wah siapa yah si biru ini? Siapa yang bias menebaknya… hadiahnya pahala dari Allah,(apa hubungannya yah???). si biru adalah nama sepeda yang baru kubeli, walaupun tidak baru hanya bekas, semoga aku bisa menghasilkan sesuatu yang baru dengan sepeda ini, aamiin^^…
            Alhamdulillah yah sesuatu…( Syahrini banget nih), sepeda yang telah kuinginkan sejak lama dapat kubeli dengan uangku sendiri dan usaha yang susah-susah gampang. Dan ternyata menemukannya dekat kampus, padahal sudah keliling sampai UGM, naik sepeda pula. Kebayang dong bagaimana capeknya, aku hanya di bonceng teman tapi aku bisa merasakan kelelahannya dengan jarak sejauh itu, apalagi aku berat hehhe… semoga Allah membalas kebaikanmu mba Isty ^^

Kawan Kami Menunggumu disini


Sudah tiga minggu ini kami tak melihat sosoknya lagi di kampus. Rasa rindu muncul di benak kami ketika menmbicarakan ketidakhadirannya, terlebih aku. Keakraban itu baru saja muncul diantara kami, tapi waktu yang berkata lain. Aku ingat sekali hari itu adalah minggu kedua aku dan kawan-kawan kuliah disemester tiga, dan seperti biasanya kawan-kawanku istarahat di kosku, karena kosku yang paling dekat dengan kampus.

About Me