Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa pada suatu hari
Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, dan
anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang-orang
pun berkata, ‘Lihat orang tua itu yang tidak punya rasa kasihan karena anaknya
dibiarkan berjalan kaki.”
Setelah mendengarkan desas-desus dari orang-orang maka
Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu.
Melihat yang demikian, maka orang di passar itu berkata pula, “Lihat orang
tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak saja menaiki himar itu, sungguh
kurang adab anak itu.”









