Pages

topbella

Sabtu, 24 September 2011

Kuliah Umum ku di semeseter 3 ^^

Tadi adalah kuliah hari pertama di neh di kampus q.. dan ternyata stadium generalnya juga sekalian, ih wow baru datang saja sudah penuh ruangan... bayangkan saja semua jurusan PBA (Pendidikan Bahasa Arab) dari semester awal s.d semester atas saja berkumpul jadi satu, (pasti ga ada yang mau bayangin..=='  )

wajah-wajah asing pun terlihat.. jreng jreng.... semester 1 alias MABA ada disitu juga.. (jadi ngerasa ga muda lagi #plak)

setelah kajur PBA dan sekretarisnya cuap-cuap (q ndak ndengerin sih), yang ngisi acara mau ngomong dan ternyata adalah dosen filsafat q yaitu pak Syamsyudin asrofi.. dosen kesayangan neh mau cuap-cuap juga,

Selasa, 09 Agustus 2011

Andai Zahra Tau...

setelah sampai di kampung halamanku di Samarinda, saya bergegas pergi ke kamar yang bisa di bilang sudah sangat berubah dari setahun yang lalu, ketika saya akan pergi kuliah di Jogjakarta. saya pun mulai membongkar-bongkar lemari dan kutemukan kumpulan file-file di dalam map, saya menemukan cerpen yang pertama kali ku buat gara-gara tugas sastra indonesia saat di aliyah dulu.
wah jadi kangen rasanya.....
^^

dan ini saya postingkan cerpen saya, selamat menikmati yah ^^




Mengapa kita tidak pernah bersyukur
Dengan apa yang kita miliki,
Hingga dalam akhirnya kita terhempas
Dalam kekufuran….
Dalam kehinaan….
Dan kenistaan tanpa henti,
Bagaimanakah kita mensyukuri semua itu
Hanya waktulah yang mampu menjawabnya

Rabu, 03 Agustus 2011

Muslimah Harus Melek Teknologi

Teknologi. Apa yang terbayang dibalik kepala kita saat sebaris kata itu muncul? Bisa alat-alat elektronik dengan spesifikasi menakjubkan, bisa mobil-mobil sedan keluaran terbaru, atau bisa juga roket penembus angkasa dengan manusia melayang-layang didalamnya. Yang pasti, semua yang berbau "High Class", maka itulah teknologi. Teknologi, pada saat ini menjadi barang yang boleh jadi, sudah bukan sesuatu yang membuat mata atau hidung kita alergi lagi mendengarnya. Setiap perputaran hidup kita, saat ini, dengan atau tidak kita sadari dikelilingi oleh teknologi. Lihat saya mesin cuci dipojok ruang belakang rumah kita, lemari pendingin yang menjulang di sisi dapur kita, atau microwave, si- "kotak ajaib" sebagai alat bantu masak kita. Semuanya adalah bagian dari teknologi.


Oh Ramadahan


Rasa indah yang ku miliki
Akankah bertahan hingga waktunya, seperti alunan rindu tahun lalu.
Berlomba-lomba mencari cinta-Nya,
Dengan penuh ikhlas dan hati khusyu’
Oh ramadhan,
Sanggupkah aku merasakan lagi manis hari itu di tahun ini?
Akankah cukup waktuku atau aku hanya bisa membayangkan saja
Dengan penuh harap.

Oh ramadhan,
Ingin ku lantunkan lagu bahagia ini untukmu
Menyambut dengan rasa suka cita
Dengan istiqomah memaksimalkan yang telah ada.

Oh ramadhan
Ingin rasanya ku menjerit
Apakah aku berhak merasakannya,
Bersama orang-orang yang ku sayangi



Yogyakarta, 11 Juli 2011

Pernahkah Kau Tau



Pernahkah kau tau Tuhan itu dekat?

Dan pernahkah engkau merasakan kelembutan-Nya.

Jika kau tau kau akan menangis.

Padahal air matamu tidak sebanding dengan Cinta-Nya.

Lalu,

Apa yang akan kamu lakukan?

Mencarinya, ataukah………… diam tanpa kata.


Pernahkah kau tau Tuhan-Mu hidup dalam pikiranmu?

Dan pernahkah engkau merasakan getaran-Nya dalam nadimu.

Jika kau tau, masihkah kau berperangai neraka?

Padahal, kau tidak buta, kau tidak tuli

Dan kau punya rasa itu.

Lalu,

Bagaimana kau merasakannya?



Selasa, 28 Juni 2011

surat untuk calon suamiku

Calon Suami Ku






Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…


Dear calon suamiku…


Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Selasa, 07 Juni 2011

Ku Rindu


Rindu
Dengan rasa menyesakkan qalbu
Rasa yang tak bisa terungkap
Dengan alunan cinta-Nya,
Entah mengapa gelombang duka ini menjadi tenang kembali
Dengan ditemani senyum manis dirinya.

Rindu
Mengapa selalu ada yang namanya rindu?
Mampukah aku membawa rindu ini
Terbayang wajah sang perindu yang makin merindu
Yang hanya bisa ku jangkau dalam anganku semata
Rindu
Dalam rapuh nya jiwaku yang sedang merindu
Mampukah  membawa rindu ini hingga garis finish
yang tak diketahui berapa jarak tempuhnya
Garis finish yang Dia ridhoi,

Rindu
Merindu
Rindu
Rindu
Aku rindu kasih sayang-Mu.
Dan aku merindu pada hamba-Mu
Aku rindu belaian hadir-Mu,
dan aku merindu ciptaan-Mu

Rindu, Rindu,
Dan Merindu



Yogyakarta, 7 Juni 2011

About Me